Ternyata Ini 5 Inspirasi Ekonomi Kreatif Indonesia!

Karena keanekaragamannya, Indonesia memiliki begitu banyak inspirasi sebagai penggerak ekonomi kreatif Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke, nggak ada hal yang nggak bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi.

Itulah sebabnya Indonesia menjadi salah satu negara terbesar di dunia yang membuat banyak orang tertarik untuk datang. Meskipun pandemi menerjang, tetapi dikatakan bahwa ekonomi Indonesia masih bisa bertahan bahkan bertumbuh. Ini tentu tidak lepas dari peran ekonomi kreatif bagi perekonomian nasional.

5 Penggerak Ekonomi Kreatif Indonesia

1. Budaya

Bumi pertiwi ini memang dianugerahi dengan budaya yang sangat beragam. Dari setiap wilayah yang ada, pasti ada budaya dengan khas daerah yang dimiliki. Bahkan Solo dan Yogyakarata yang notabene masih saudara saja memiliki budaya yang berbeda.

Mulai dari kain tradisional, upacara adat, seni bertutur, rumah adat hingga tari-tarian bisa menjadi sumber inspirasi. Bahkan detail dari tiap budaya ini jika dicermati sangat mengagumkan dan penuh dengan nilai luhur.

Itulah sebabnya pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih mencintai budaya nusantara dan menghargainya. Sebab jika bukan generasi penerus yang menghargai budaya sendiri, maka siapa lagi?

2. Kuliner

Makanan adalah salah satu inspirasi yang membuat ekonomi kreatif di Indonesia bisa bergerak dan bergeliat di tengah pandemi. Sebab, menu khas dari Indonesia tidak dapat dikalahkan dengan banyaknya makanan asing yang masuk.

Sebut saja sate, soto, hingga rendang. Bahkan rendang tercatat sebagai salah satu makanan terenak di dunia versi CNN. Bahkan jajanan pasar Indonesia pun juga sangat beragam dan menggoyang lidah.

Kini, ada banyak pelaku usaha muda yang mulai mengkreasikan makanan-makanan tradisional ini menjadi lebih kekinian sehingga bisa diterima oleh lebih banyak kalangan. Tapi tentu saja tanpa menghilangkan ciri khas asli dari makanan tersebut.

3. Pariwisata

Dunia pariwisata memang tidak dapat dipisahkan dari industri kreatif. Sebab dengan dibukanya pariwisata maka akan terbuka pula kesempatan untuk mempromosikan industri lainnya, seperti seni kriya, kuliner hingga budaya tradisional.

Itulah sebabnya pemerintah menggenjot sektor pariwisata dan memberikan prioritas bagi pelaku sektor ini untuk bisa bertahan di tengah pandemi. Nggak bisa dipungkiri memang sektor ini jadi salah satu yang terdampak besar, hingga ratusan orang kehilangan pekerjaan.

Tapi dengan semangat yang sama pula, sektor ini kembali digeber. Salah satunya dengan diluncurkannya aplikasi Tlusur beberapa waktu yang lalu di Bali. Aplikasi ini memudahkan wisatawan untuk melihat kondisi destinasi wisata yang akan mereka datangi.

Selain itu, aplikasi ini juga memudahkan tracking dan tracing demi mencegah penyebaran virus covid-19 di daerah pariwisata. Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung bisa merasa lebih aman ketika liburan.

4. Kerajinan Tangan

Pernah nggak sih kamu melihat berita viral beberapa waktu lalu tentang situs yang menjual tampah bambu dengan harga fantastis? Kerajinan tangan dari bambu tersebut padahal bisa didapatkan dengan harga yang sangat murah di Indonesia.

Tapi berkat kemahiran menyulap kegunaan kerajinan tangan tersebut, dari awalnya sebagai alat dapur menjadi hiasan dinding, harga kerajinan tangan ini bisa berlipat. Selain itu, target pasar dari kerajinan ini juga berbeda, yaitu orang mancanegara yang jarang melihat bambu.

Makanya, jika bisa memanfaatkan peluang yang ada, kerajinan tangan yang terlihat sepele juga bisa menjadi ladang uang yang. Belum lagi kepopuleran tas anyam Bali beberapa waktu yang lalu, yang juga bisa dibanderol dengan harga yang membuat geleng-geleng kepala orang lokal.

Selain itu, karya kerajinan tangan Indonesia seperti wayang juga sudah mendunia, lho! Kamu pernah lihat kartun Disney, Raya and The Last Dragon? Kalau iya, di sana ada ilustrasi wayang yang ternyata memang dibuat oleh ilustrator dari Indonesia.

Jadi ternyata pengaplikasian kerajinan tangan bisa untuk bidang yang lebih luas. Hal ini menjadi salah satu alasan kerajinan tangan masuk dalam program bimbingan ekonomi kreatif di Indonesia, karena potensi pasarnya yang besar.

5. Rempah-rempah

Tentunya ada alasan Indonesia dijajah selama ratusan tahun. Salah satu penyebabnya adalah karena rempah-rempah Indonesia. Lada, cengkeh, pala dan masih banyak lagi adalah primadona dalam dunia rempah.

Dengan menggunakan bahan-bahan ini, nggak cuma makanan dan minuman, ruangan pun bisa terasa wangi, hangat dan menyegarkan. Bahkan rempah-rempah ini juga banyak digunakan sebagai campuran parfum dan produk kecantikan lainnya.

Itulah juga alasan pemerintah meluncurkan Indonesia Spice Up The World yang menjadi program untuk mengenalkan rempah Indonesia ke luar negeri. Program ini juga membantu restoran Indonesia di luar negeri untuk mendapatkan bumbu rempah Indonesia dengan lebih mudah.

Semakin banyak orang yang kenal dengan rempah Indonesia, maka akan semakin banyak pula permintaan rempah ke luar negeri. Makanya jangan heran, selain rempah segar, bumbu racik juga semakin banyak ditemui di pasaran dengan alasan kepraktisan ketika akan dijual.

Jadi, ekonomi kreatif Indonesia bisa menemukan banyak ide untuk dikembangkan. Dengan melihat peluang yang ada, ditambah dengan sentuhan kearifan lokal, maka industri kreatif Indonesia bisa bersaing dan tetap memiliki ciri khasnya.