Pestisida: Pengertian dan Klasifikasinya

Pestisida adalah campuran bahan kimia atau agen biologis yang digunakan untuk memberikan perlindungan pada tumbuhan atau komoditas pertanian dari serangan hama yang berupa hewan atau serangga merugikan.

Pestisida digunakan dengan cara menyemprotkannya pada komoditas atau produk pertanian yang akan dilindungi. Bahan aktif yang ada di dalam pestisida bersifat toksik bagi hama atau hewan yang akan menyerang komoditas pertanian, sehingga akan mengalami keracunan ketika memakan komoditas pertanian tersebut.

Pengertian dan sejarah pestisida

Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk kepentingan pengendalian hama pada pertanian. Pestisida biasanya terbuat dari campuran bahan kimia maupun biologis seperti bakteri, virus, antimikroba, atau desinfektan yang mencegah dan membunuh hama.

Istilah yang termasuk sebagai pestisida antara lain adalah herbisida, insektisida, nematisida, moluskisida, bakterisida, dan fungisida.

Jenis yang paling populer dari pestisida adalah herbisida yang memiliki jumlah penggunaan mencapai 80% dari penggunaan berbagai jenis pestisida lainnya.

Banyak pestisida yang memberikan perlindungan terhadap produk tanaman yang biasanya melindungi tanaman dari gulma, fungi, atau serangga.

Sejarah pestisida sendiri berawal pada tahun 2000 Sebelum Masehi, dimana manusia telah menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman mereka. Pestisida pertama yang diketahui adalah debu elemen sulfur yang digunakan oleh orang Sumeria kuno sekitar 4.500 tahun yang lalu pada masa Mesopotamia kuno.

Pengertian pestisida menurut Food and Agriculture Organization (FAO) yaitu semua substansi atau campuran substansi yang dimaksudkan untuk pencegahan, penghancuran, atau pengontrolan semua hama termasuk vektor manusia atau penyakit hewan, spesies tanaman atau hewan yang tidak diinginkan, menyebabkan bahaya selama atau sebaliknya mengganggu produksi, proses, penyimpanan, transportasi, atau pemasaran produk pangan, komoditas agrikultur, kayu, dan produk kayu atau makanan hewan, atau substansi yang digolongkan untuk hewan maupun pengontrolan serangga, laba-laba, atau hama lainnya.

Klasifikasi pestisida

Pestisida juga digolongkan berdasarkan tipe hama yang dikontrolnya. Pestisida dapat berupa baik pestisida biodegradable yang menguraikan campuran yang berbahaya oleh bakteri dan organisme hidup lainnya, atau pestisida persisten/non-biodegradable yang membutuhkan waktu bulan hingga tahunan untuk proses penguraiannya.

Klasifikasi pestisida berdasarkan tipe hama yang dibunuh

Pestisida berdasarkan hama yang dibunuh diklasifikasikan menjadi beberapa grup sebagai berikut.

  • Insektisida: untuk serangga
  • Herbisida: untuk tumbuhan
  • Rodentisida: untuk roden atau hewan pengerat
  • Bakterisida: untuk bakteri
  • Fungisida: untuk fungi
  • Larvasida: untuk larva

Berdasarkan degradasinya

Pestisida juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat degradasinya menjadi biodegradable pesticides dan non-biodegradable pesticides.

Biodegradable pesticides

Pestisida jenis ini merupakan pestisida yang dapat diuraikan menjadi komponen yang lebih tidak berbahaya oleh mikroba dan organisme hidup lainnya dalam rentang waktu yang singkat.

Non-biodegradable pesticides

Sedikit pestisida yang diketahui sebagai non-biodegradable yang juga sering disebut sebagai pestisida yang persisten.

Material yang paling tahan lama di dalam pestisida termasuk aldrin, parathion, DDT, klordan, dan endrin yang membutuhkan waktu penguraian yang cukup lama.

Pestisida jenis ini memiliki umur simpan yang cukup panjang yaitu dapat bertahan di tanah hingga lebih dari 15 tahun.

Alternatif bahan pestisida non-biodegradable lainnya yaitu dapat berasal dari pestisida kimia yang diekstraksi dari sumber yang sama atau beberapa metode produksi.

Pestisida kimia

Pestisida yang diklasifikasikan sebagai pestisida kimia antara lain adalah organofosfat, karbamat, insektisida organoklorin, piretroid, herbisida sulfonilurea, dan biopestisida.

Organofosfat

Banyak organofosfat merupakan insektisida yang berdampak terhadap sistem saraf dengan cara mengkompromi enzim yang meregulasi neurotransmiter.

Karbamat

Pestisida karbamat mempengaruhi sistem saraf dengan cara mengkompromi enzim yang meregulasi neurotransmiter yang menyerupai organofosfat, namun efek enzim karbamat biasanya reversibel.

Insektisida organoklorin

Pestisida tipe ini merupakan yang paling umum ditemui pada tahun-tahun awal pada saat munculnya pestisida di pasaran. Banyak negara yang telah dilarang untuk menjual jenis pestisida ini karena dampaknya dan persistensinya terhadap kesehatan dan faktor lingkungan seperti DDT, klordan, dan toxaphene.

Piretroid

Merupakan varian sintetis dari piretrin, yang secara alami ada di dalam chrysanthemum (bunga).

Biopestisida

Merupakan jenis pestisida yang berasal dari sumber alami seperti hewan, tumbuhan, bakteri, dan mineral tertentu.