Properti atau yang dikenal juga dengan istilah real estate, merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebut hak kepemilikan atas tanah dan atau bangunan yang didirikan diatasnya. Memiliki properti membuat seseorang bisa dengan mudah mendapatkan penghasilan pasif, tanpa perlu bekerja hingga larut malam. Investasi di bidang properti terbilang sangat menggiurkan, karena harga properti semakin lama akan semakin meningkat. Namun sebaiknya investor memilih properti dengan profit yang baik yaitu yang letaknya strategis.

 

Lokasi Properti yang Strategis

 

Lokasi properti yang strategis pertama berada di place pendidikan. Properti yang terletak dekat location pendidikan seperti Universitas dan sekolah-sekolah biasanya memiliki harga yang tinggi. Ada banyak bisnis yang bisa dijalankan jika memiliki properti di dekat place pendidikan misalnya bisnis rumah kost, bimbingan belajar, pertokoan dan lain-lain.

 

 

 

Selanjutnya di dekat location pabrik dan perkantoran. Properti di daerah perkantoran seperti sangat cocok digunakan untuk berbagai usaha, baik usaha perdagangan, produksi barang seperti rumah makan, katering, usaha pemesanan kue atau makanan ringan, pembuatan baju dan lain sebagainya. Properti di daerah perkantoran juga sangat cocok untuk usaha di bidang jasa seperti klinik kecantikan, panti pijat, rumah kost dan lain-lain. Kemudian di dekat vicinity perdagangan. Properti yang berada di area perdagangan seperti pasar induk dan pusat perbelanjaan modern-day, juga memiliki nilai yang tinggi.

 

 

 

Investasi pada objek bernilai tinggi tidak jarang memiliki resiko yang tinggi pula. Oleh karena itu investor harus sangat berhati-hati. Berbagai informasi yang berkaitan dengan bisnis properti wajib dimiliki oleh para calon investor. Informasi yang dimaksud antara lain legalisasi properti, lokasi properti, latar belakang dari properti yang akan dibeli, kondisi tanah dan bangunan serta kondisi lingkungan di sekitarnya. Informasi tersebut bukan hanya perlu diketahui oleh calon investor properti di daerah perkotaan tetapi juga di daerah pedesaan.

 

 

 

Informasi pertama yang harus dipertimbangkan oleh calon investor adalah mengenai legalisasi properti. Investor harus berhati-hati, jangan sampai tanah dan atau bangunan yang akan dibeli atau disewa adalah tanah sengketa. Untuk itu, investor wajib memeriksa kelengkapan dan kejelasan sertifikat properti tersebut.

 

 

 

Apa saja yang perlu diperiksa oleh investor sebelum melakukan investasi? Pertama mengenai Sertifikat Hak Milik (SHM). SHM adalah sertifikat yang menyatakan kepemilikan penuh atas lahan atau tanah oleh pemegang sertifikat pada kawasan tertentu dengan luas tertentu. Sertifikat Hak Milik (SHM) dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). SHM menjadi bukti yang sangat kuat atas kepemilikan lahan karena tidak memiliki batas waktu. Tanah dengan sertifikat SHM biasanya adalah tanah yang memiliki nilai tinggi (mahal) oleh karena itu sebaiknya investor yang ingin membeli atau menyewa tanah dengan SHM berhubungan langsung dengan pemilik asli. Hal ini dapat dilihat dengan membandingkan nama pemilik yang tertera dalam SHM dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik sertifikat.

 

 

 

Selanjutnya lokasi properti. Lokasi properti harus sesuai dengan kebutuhan investor, misalnya jika investor membutuhkan lahan pertanian untuk menanam sayur maka harus membeli atau menyewa lahan yang berada di dataran tinggi. Apabila investor ingin membeli tanah untuk rumah, sebaiknya pilih lokasi yang dekat dengan tempat kerja.

Source : Jendelamu.com

By Melt